Menjadi Generasi Unggul di Era Digital: Rangkuman Materi PKKMB Unusa Hari ke-2

 



Selasa, 2 September 2025 — 
Hari kedua PKKMB Unusa berlangsung penuh semangat dengan menghadirkan pembicara dari berbagai latar belakang. Mulai dari pakar digital, tokoh agama, hingga dosen dan jajaran direktorat kampus, semua memberikan bekal berharga agar mahasiswa baru dapat menapaki dunia perkuliahan dengan matang. Berikut rangkuman lengkap delapan materi yang disampaikan:


1. Pak Ainun Najib – Perguruan Tinggi di Era Digital dan Revolusi Industri

Materi pertama membuka wawasan mahasiswa tentang perubahan besar yang dibawa oleh era digital dan revolusi industri 4.0. Dunia kerja saat ini membutuhkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Mahasiswa didorong agar tidak sekadar menjadi pengguna, melainkan kreator yang bisa memanfaatkan teknologi untuk solusi nyata.

Pak Ainun menekankan bahwa perguruan tinggi harus menjadi ruang inovasi. Mahasiswa perlu mengasah critical thinking, kreativitas, dan literasi digital. Hal ini penting agar mereka bisa bersaing di tingkat global, sekaligus menjawab tantangan zaman dengan ide-ide segar.


2. Dr. Nurul Ghufron, S.H., M.H. –Generasi Muda Berintegritas Anti Korupsi

Dalam materinya, Dr. Ghufron mengingatkan bahwa korupsi adalah penyakit bangsa yang harus diberantas sejak akar. Generasi muda, khususnya mahasiswa, memiliki peran penting sebagai agen perubahan. Integritas menjadi modal utama—dimulai dari hal kecil seperti tidak mencontek, jujur dalam laporan akademik, hingga menghargai amanah dalam organisasi.

Ia menekankan bahwa korupsi tidak selalu soal uang, tetapi juga sikap curang dan manipulasi data. Dengan menjaga integritas, mahasiswa dapat tumbuh menjadi pribadi yang dipercaya masyarakat, sekaligus turut serta menciptakan bangsa yang bersih dan bermartabat.


3. KH Ma’ruf Khozin – Mencetak Mahasiswa Unusa sebagai Generasi Aswaja An-Nahdliyah

KH Ma’ruf Khozin membekali mahasiswa baru dengan nilai-nilai Aswaja An-Nahdliyah yang menjadi identitas Unusa. Generasi yang berlandaskan Aswaja diharapkan memiliki sikap moderat, toleran, dan selalu menjaga persatuan bangsa.

Beliau juga mengingatkan agar mahasiswa tidak hanya fokus pada capaian akademik, tetapi juga menguatkan spiritualitas dan moralitas. Sebagai bagian dari Nahdlatul Ulama, mahasiswa Unusa memiliki peran strategis dalam menyebarkan Islam yang ramah, penuh kasih sayang, dan mampu menjawab kebutuhan zaman.


4. Muslikha Nourma Rhomadhoni, S.KM., M.Kes. –  Pengenalan K3L (Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan) di Perguruan Tinggi

Materi ini mengajak mahasiswa untuk peduli pada keselamatan, kesehatan, dan lingkungan kampus. K3L tidak hanya berlaku di dunia kerja, tetapi juga di lingkungan pendidikan. Mahasiswa diperkenalkan pada standar keselamatan ruang kelas, laboratorium, hingga protokol kesehatan yang mendukung suasana belajar aman.

Selain itu, kesadaran lingkungan juga menjadi poin penting. Mahasiswa didorong untuk ikut menjaga kebersihan kampus, mengurangi penggunaan plastik, serta menerapkan gaya hidup ramah lingkungan. Dengan begitu, kampus tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang yang sehat dan berkelanjutan.


5. Dimas Chairullah, S.Sos (GS) – 

Nilai Budaya dan Etika Kehidupan Kampus

Kehidupan di perguruan tinggi tentu berbeda dengan masa sekolah. Dimas Chairullah menekankan pentingnya etika, tata krama, dan sopan santun dalam pergaulan sehari-hari. Mahasiswa diperkenalkan pada budaya akademik, mulai dari cara berinteraksi dengan dosen, menghargai sesama mahasiswa, hingga menjaga nama baik almamater.

Selain itu, materi ini juga menyoroti bijak dalam bermedia sosial. Di era digital, citra diri bisa tercermin dari apa yang diunggah. Oleh karena itu, mahasiswa diminta lebih berhati-hati dalam berkomunikasi di ruang publik agar selalu mencerminkan kepribadian positif dan intelektual.


6. Achmad Syafiuddin, S.Si., M.Phil., Ph.D. – Pengembangan Karakter Mahasiswa: Antiplagiarisme

Dunia akademik sangat menjunjung tinggi orisinalitas. Dr. Syafiuddin membahas serius tentang bahaya plagiarisme yang dapat merusak integritas seorang mahasiswa. Plagiarisme bukan hanya menyalin karya orang lain, tetapi juga bisa berupa tidak mencantumkan sumber, atau memanipulasi data penelitian.

Mahasiswa didorong untuk selalu jujur dalam menulis, baik itu tugas, makalah, maupun karya ilmiah. Dengan membiasakan berpikir kritis, membaca banyak referensi, dan menuliskan ide asli, mahasiswa dapat menghasilkan karya berkualitas yang membanggakan diri sendiri sekaligus institusi.


7. Direktorat SI – Sosialisasi LMS dan SIM

Direktorat Sistem Informasi memperkenalkan Learning Management System (LMS) dan Sistem Informasi Manajemen (SIM) Unusa yang menjadi pusat layanan digital bagi mahasiswa. LMS memudahkan proses pembelajaran daring, seperti mengakses materi kuliah, mengumpulkan tugas, hingga mengikuti ujian online.

Sementara itu, SIM berfungsi sebagai pusat data akademik, termasuk KRS, nilai, hingga absensi. Mahasiswa baru diajak untuk terbiasa memanfaatkan teknologi ini agar lebih efisien dalam mengelola kegiatan akademik. Pemahaman awal tentang LMS dan SIM akan sangat membantu mahasiswa menjalani perkuliahan berbasis digital dengan lebih lancar.


8. Direktorat Keuangan –  Proses Registrasi Administrasi Keuangan

Materi terakhir hari kedua berfokus pada tata kelola keuangan mahasiswa. Direktorat Keuangan menjelaskan alur pembayaran, sistem registrasi, hingga cara mengakses layanan keuangan secara online. Transparansi dan keteraturan administrasi menjadi kunci agar mahasiswa tidak mengalami kendala dalam proses akademik.

Dengan memahami prosedur sejak awal, mahasiswa dapat lebih disiplin, terhindar dari keterlambatan administrasi, dan fokus pada kegiatan belajar. Kejelasan informasi ini juga membantu orang tua atau wali mahasiswa dalam memantau proses pendidikan anaknya.

✨ Refleksi

Hari kedua PKKMB Unusa benar-benar memberikan bekal yang menyeluruh, mulai dari wawasan kebangsaan, integritas, nilai agama, hingga keterampilan praktis untuk mendukung kehidupan akademik. Setiap materi mengajarkan bahwa menjadi mahasiswa bukan sekadar menuntut ilmu, tetapi juga membentuk karakter, menjaga etika, serta siap menghadapi tantangan zaman.

Dengan bekal ini, mahasiswa baru diharapkan mampu tumbuh menjadi pribadi unggul yang berintegritas, berwawasan luas, dan siap memberi kontribusi nyata bagi bangsa dan masyarakat.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Unusa Resmikan Kampus C: Langkah Besar Menuju Transformasi Digital Pendidikan

Membangun Generasi Unggul: Catatan Inspiratif dari Hari Pertama PKKMB Unusa 2025