Membangun Generasi Unggul: Catatan Inspiratif dari Hari Pertama PKKMB Unusa 2025



Senin, 1 September 2025 - Hari pertama PKKMB Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) 2025 menjadi ajang penuh inspirasi. Berbagai narasumber hadir untuk membekali mahasiswa baru dengan wawasan kebangsaan, keterampilan hidup, hingga motivasi untuk meraih masa depan. Berikut rangkuman lengkap materi yang disampaikan:

1. Prof. Yudi Latif, MA., Ph.D

Kehidupan Berbangsa, Bernegara, Jati Diri Bangsa, dan Pembinaan Kesadaran Bela Negara


Prof. Yudi membuka materi dengan pertanyaan mendasar: apa yang paling penting dari suatu bangsa? Menurut beliau, kekuatan sebuah bangsa tidak ditentukan oleh luas wilayah atau kekayaan alam, melainkan oleh kualitas dan karakter sumber daya manusianya. Generasi muda memiliki peran kunci dalam menentukan arah masa depan Indonesia.


Beliau juga menekankan pentingnya Pancasila sebagai jati diri bangsa. Sila-sila Pancasila bukan hanya untuk dihafalkan, tetapi harus dihidupkan dalam perilaku sehari-hari, seperti gotong royong, menjunjung persatuan, serta menjunjung keadilan sosial.


Kesadaran bela negara, lanjut Prof. Yudi, bukan hanya tugas militer, tetapi tanggung jawab seluruh warga negara. Bentuk nyata bela negara bisa diwujudkan dengan belajar sungguh-sungguh, menjaga persatuan, disiplin, hingga berkarya sesuai bidang masing-masing.


2. Erisandy Yudhistira

Penguatan Literasi Keuangan dan Kesejahteraan Mahasiswa


Materi ini menekankan bahwa mahasiswa harus cerdas dalam mengelola keuangan. Tantangan hidup mandiri di bangku kuliah menuntut mahasiswa untuk tidak hanya pandai secara akademik, tetapi juga bijak secara finansial.


Erisandy mengingatkan bahwa literasi keuangan bukan sekadar soal menabung, tetapi juga bagaimana mengatur pengeluaran, memahami kebutuhan dan keinginan, hingga belajar berinvestasi sederhana. Mahasiswa yang cerdas secara finansial akan lebih tenang dalam belajar karena kesejahteraan pribadinya terjaga.


3. Prof. Kacung Marijan, Drs., MA., Ph.D

Sistem Pendidikan Tinggi di Unusa


Prof. Kacung memperkenalkan bagaimana sistem pendidikan tinggi berjalan di Unusa. Mahasiswa baru diajak memahami visi, misi, serta strategi kampus dalam membentuk lulusan yang unggul.


Beliau menekankan bahwa pendidikan tinggi bukan hanya tentang mendapatkan gelar, tetapi tentang membangun kompetensi, sikap, dan karakter yang akan berguna dalam masyarakat. Mahasiswa diharapkan memanfaatkan fasilitas, kurikulum, serta berbagai program pengembangan diri yang disediakan Unusa agar bisa berkembang secara optimal.


4. Dr. Pulung Siswantara, S.KM., M.Kes

Strategi Menumbuhkan Critical Thinking Ability untuk Menemukan Solusi Terbaik


Materi ini menekankan pentingnya keterampilan berpikir kritis di era modern. Dr. Pulung menjelaskan bahwa kemampuan berpikir kritis membantu mahasiswa untuk menganalisis masalah, memilah informasi, dan menemukan solusi yang tepat dalam berbagai situasi.


Beliau juga mengajarkan strategi agar mahasiswa bisa melatih pola pikir kritis, seperti berani mempertanyakan sesuatu, terbuka pada perbedaan pendapat, serta berlatih memecahkan masalah dengan pendekatan yang sistematis. Mahasiswa dengan kemampuan berpikir kritis akan lebih siap menghadapi dunia kerja dan kehidupan sosial yang kompleks.

5. Teguh Sugiharto, ST.

Mahasiswa Bebas Narkoba untuk Mendukung Generasi Rahmatan lil Alamin


Teguh mengingatkan tentang bahaya narkoba yang dapat merusak masa depan generasi muda. Sebagai mahasiswa, menjaga diri dari narkoba bukan hanya untuk kesehatan pribadi, tetapi juga bagian dari membangun generasi rahmatan lil alamin — generasi yang membawa kebaikan bagi sesama.


Beliau menegaskan bahwa mahasiswa bebas narkoba adalah syarat untuk menciptakan masyarakat yang sehat, produktif, dan berdaya saing. Dengan hidup sehat, mahasiswa bisa lebih fokus pada peran akademik dan kontribusi sosialnya.

6. Hafid Algistrian, dr., Sp.KJ

Mahasiswa Berkarakter dengan Anti Kekerasan Seksual, Anti Perundungan, Sehat Mental, dan Perilaku Menyimpang


Materi ini membahas isu-isu krusial yang sering terjadi di lingkungan kampus. Dr. Hafid mengajak mahasiswa untuk membangun karakter yang kuat, menghormati satu sama lain, serta menolak segala bentuk kekerasan, baik fisik, verbal, maupun seksual.


Selain itu, pentingnya menjaga kesehatan mental juga menjadi sorotan. Mahasiswa diingatkan untuk tidak ragu mencari bantuan jika mengalami tekanan psikologis. Dengan karakter yang sehat dan kuat, mahasiswa bisa berkembang dalam suasana kampus yang aman dan nyaman.


7. Zahra Amelia Dewi Gunawan

Mencetak Mahasiswa Sukses Berwirausaha


Zahra menutup rangkaian materi hari pertama dengan motivasi kewirausahaan. Menurutnya, mahasiswa harus berani bermimpi menjadi job creator bukan sekadar job seeker.


Ia membagikan pengalaman dan tips bagaimana memulai usaha sejak dini, meskipun dengan modal kecil. Kreativitas, inovasi, dan keberanian mengambil risiko adalah kunci utama dalam dunia wirausaha. Mahasiswa yang memiliki jiwa entrepreneur tidak hanya mandiri secara finansial, tetapi juga mampu memberi manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

✨ Refleksi Diri 

Sebagai mahasiswa baru, saya merasa hari pertama PKKMB ini benar-benar membuka wawasan. Awalnya saya mengira PKKMB hanya berisi pengenalan kampus dan aturan, tetapi ternyata isinya jauh lebih mendalam dan penuh makna. Setiap materi memberi pesan tersendiri, mulai dari bagaimana mencintai bangsa, mengelola keuangan, berpikir kritis, hingga menjaga kesehatan mental dan menumbuhkan jiwa wirausaha.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Unusa Resmikan Kampus C: Langkah Besar Menuju Transformasi Digital Pendidikan

Menjadi Generasi Unggul di Era Digital: Rangkuman Materi PKKMB Unusa Hari ke-2